Mortar, Jenis Mortar dan Pengujiannya

Mortar adalah campuran bahan pengikat yang mengikat, agregat halus dan air. Ketika air ditambahkan ke bahan pencampur bahan pengikat dan bahan inert, bahan pengikat mengembangkan material yang mengikat, tidak hanya bahan inert tapi juga batu dan batu di sekitarnya.

Jika semen adalah bahan pengikatnya, maka mortar tersebut dikenal dengan semen mortar. Mortar lain yang biasa digunakan adalah mortar semen dan mortar lumpur. Bahan inert yang digunakan adalah pasir.

Semen Mortar

Kita akan membahas mengenai pengertian, jenis material, proposi campuran, metode perawatan, sifat dan penggunaan mortar. Dan juga pembahasan mengenai pengujian pada mortar.

Semen Mortar

Dalam proses pembuatan mortar, pertama yang disiapkan adalah campuran semen dan pasir dimana proses pencampurannya dalam kondisi kering. Kemudian air secara bertahap ditambahkan dan dicampur dengan sekop.

Perawatan (Curing): Semen memberikan kekuatan secara bertahap melalui proses hidrasi. Oleh karena itu perlu untuk memperhatikan proses mortar basah sampai terjadi hidrasi. Perawatan ini bertujuan untuk memastikan kelembaban yang cukup untuk proses hidrasi setelah peletakan mortar. Metode perawatan dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan air pada bagian mortar yang telah teraplikasi. Curing biasanya dimulai 6-24 jam setelah mortar digunakan. Perlu dicatat bahwa pada periode awal kebutuhan air lebih banyak untuk hidrasi dan secara bertahap menguranginya. Curing direkomendasikan selama 28 hari. ( Catatan : Proses Perawatan Curing harus memperhatikan suhu, kondisi cuaca, dalam artian bila suhu sangat rendah dan kondisi cuaca dalam keadaan hujan, proses curing dianjurkan untuk tidak dialakukan )

Sifat Semen Mortar:

Berikut ini adalah sifat penting semen mortar :
1. Saat air ditambahkan ke campuran semen dan pasir kering, hidrasi semen dimulai dan mengikat partikel pasir dan juga permukaan batu bata dan beton sekitarnya.
2. Campuran lebih kaya dari 1: 3 rentan terhadap penyusutan.
3. Campuran proporsi Mortar dengan baik akan menyediakan permukaan yang kedap air..
4. Campuran leaner tidak mampu menutup void di pasir dan karenanya permukaan plesternya menjadi berpori.
5. Kekuatan mortar tergantung pada proporsi semen dan pasir.

Penggunaan Semen Mortar

1. Bahan pengikat batu seperti batu, batu bata, balok semen.
2. Untuk plester lempeng dan dinding.
3. Sebagai bahan finishing yang rapi terhadap dinding dan karya beton.
4. Bahan pembentuk sendi pasangan batu.
5. Bahan beton decking pada pengecoran struktur beton bertulang.
6. Sebagai bahan pengisi dalam pekerjaan ferro semen.
7. Bahan pengisi sendi dan retakan pada dinding.
8. Sebagai bahan pengisi batu bata.

Jenis - Jenis Mortar
1. Lime Mortar
2. Mud Mortar

Pengujian Mortar


Berikut ini adalah pengujian yang dilakukan pada mortar untuk memastikan kualitasnya:

1. Uji Crushing
2. Uji Kekuatan Tarik
3. Uji Perekat.

1. Uji Crushing: Tes ini dilakukan pada pekerjaan batu bata dengan mortar. Bata dilumatkan dalam mesin uji kompresi dan beban dicatat. Kemudian kekuatan penghancur diperoleh sebagai beban dibagi dengan luas penampang.
Uji Crushing Pada Mortar

2. Uji Kekuatan Tarik: Mortar disiapkan ditempatkan dalam cetakan bricketwhich yang memiliki luas penampang melintang 38 mm x 38 mm. Setelah masa perawatan dan pengeringan selesai dilanjutkan dengan pengujian pada mesin uji tarik. Beban utama dicatat. Kemudian kekuatan tarik mortar adalah beban dibagi dengan daerah penampang pusat melintang.
Tensile Strength Test Mortar

3. Adhesive Test:
Dua batu bata digabungkan dengan mortar yang akan diuji seperti yang ditunjukkan pada Gambar dibawah ini. Batu bata bagian atas digantungkan. Sebuah papan digantung dari bata bawah. Kemudian bobot ditambahkan ke papan tulis sampai batu bata terpisah. Kekuatan perekat adalah beban dibagi dengan luas kotak.
Adhesive Test Mortar

Mortar, Jenis Mortar dan Pengujiannya Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Masyarakat Belajar

0 komentar:

Post a comment